Billy Gouglas
Coretan Saya



Foke Ajak Jokowi Keliling Balai Kota


Gubernur terpilih DKI Jakarta periode 2012-2017 Joko Widodo (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.


JAKARTA – Peralihan kepemimpinan Provinsi DKI Jakarta patut menjadi contoh.Gubernur Fauzi Bowo membangun transisi kepemimpinan yang baik dengan mengenalkan calon penggantinya, Joko Widodo (Jokowi), kepada seluruh jajaran pegawai di Balai Kota Jakarta,termasuk menunjukkan kepada mantan Wali Kota Solo tersebut selukbeluk gedung yang berada di Jalan Merdeka Selatan Jakarta tersebut,kemarin.

Kedatangan gubernur terpilih bersama pendampingnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), atas undangan tokoh yang akrab dipanggil dengan sapaan Foke itu yang kemarin terakhir kali “menghuni”Balai Kota. Jokowi yang datang seusai salat Jumat disambut sendiri oleh mantan pendamping Sutiyoso tersebut dan kemudian langsung mengajaknya ke ruang tamu Balai Kota untuk melakukan pembicaraan tertutup. Seusai pertemuan, didampingi Sekda DKI Fadjar Panjaitan, Foke mengajak Jokowi- Ahok mengelilingi ruang-ruang Balai Kota.

Dengan telaten Foke memperlihatkan dan menjelaskan kepada Jokowi-Ahok ruang per ruang, khususnya ruang kerja gubernur dan wakil gubernur. Walau terlihat sedikit kaku, suasana saat itu terlihat sangat hangat. Selanjutnya, Foke menggiring Jokowi-Ahok ke ruang Balai Agung untuk bertemu dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI, mulai dari camat,kepala dinas,kepala badan, deputi hingga kepala BUMD. Tampak pula Wagub DKI Jakarta Prijanto di ruangan tersebut. Semua pejabat yang ada diperkenalkanolehFoke kepada Jokowi dan Ahok.Kemudian Foke,Prijanto,Jokowi,dan Ahok duduk semeja.

Proses perkenalan jajaran birokrasi DKI ini terlihat penuh kehangatan. Dalam acara ini Foke menyebut dirinya sebagai tour guide (pemandu). Foke yang pada pilkada diusung sejumlah partai besar kembali menyampaikan rasa syukurnya bahwa Pilkada DKI Jakarta telah berlangsung dengan aman dan damai.Dia berharap kondisi ini dapat menjaga stabilitas Jakarta ke depan. Begitu juga dengan perkenalan itu, dia berharap bisa menjadi jembatan yang efektif untuk menjamin roda pemerintahan daerah di masa mendatang.

“Saya berharap semua jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk menyampaikan informasi tentang Jakarta kepada gubernur dan wakil gubernur terpilih dengan baik. Saya menginginkan ada irama lagu yang bagus dan harmonis dari kinerja di Jakarta,”pintanya. Sebelum mengakhiri sambutan, Foke menyerahkan buku Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10/2008 tentang Satuan Kerja PerangkatDaerah(SKPD).

“Buku inidapatdijadikanpegangandalam menjalankan roda pemerintah nanti,”katanya. Jokowi sendiri mengungkapkan terima kasih kepada Foke yang telah memberikan landasan transisi sehingga bisa mempercepat proses kerja setelah dilantik nanti. “Kami mendapatkan landasan dalam ruang transisi,”ucapnya. Kepada jajaran Pemprov DKI, Jokowi membantah isu bahwa dirinya akan merombak total jajaran birokrasi.Dia pun meminta mereka tidak memercayai kabar tersebut.“Jadi kalau kinerjanya baik,kenapa harus dirombak? Kalau ada yang ngipas-ngipasin, jangan percaya.

Jangan sampai kinerja merosot sehingga mengganggu pelayanan kepada publik,” tuturnya. Sementara itu, suasana haru yang diselimuti cucuran air mata mewarnai hari terakhir Fauzi Bowo di Balai Kota DKI Jakarta kemarin. Ini terjadi sesaat sebelum pria yang akrab disapa dengan panggilan Foke itu meninggalkan gedung yang dihuninya sepanjang kariernya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Jajaran PNS di lingkungan Balai Kota sebelumnya memang sudah mempersiapkan kejutan sederhana sebagai hadiah perpisahan mantan pimpinannya tersebut.

Foke yang akan meninggalkan gedung tersebut mereka arahkan agar keluar melalui pintu depan. Sesampai di lobi Balai Kota, ratusan pegawai di lingkungan Balai Kota DKI Jakarta yang sudah menunggu menyambutnya dengan tepuk tangan dan menyuguhi Foke dengan tarian kontemporer. Saat tarian selesai, di balik para penari itu tiba-tiba muncul sosok istri Foke,Sri Hartati, yang memegang geber kecil warna-warni. Suasana ini terasa semakin terasa haru kala suara pengiring melantunkan puisi perpisahan.Tak ayal semua orang di halaman Balai Kota terhanyut dalam suasana haru.

Tidak sedikit pegawai Pemprov DKI Jakarta meneteskan air mata. Lantas, Tatiek menyerahkan gunungan wayang kecil sembari memeluk sang suami. Wajah orang nomor satu di Jakarta itu terlihat semakin merah seperti menahan tangis haru.Suasana itu membuat Sri Hartati ikut terbawa suasana dan meneteskan air mata.Adegan pesta perpisahan ini pun diikuti dengan kehadiran tiga orang cucunya menyerahkan bunga bang kumis. Prosesi ini ditutup dengan Fauzi Bowo meninggalkan Balai Kota DKI Jakarta.

Dia mengemudikan sendiri mobil pribadinyabernomor polisi B 8888 FB. Sebelum memasuki mobil, Fauzi mengungkapkan kata perpisahan dengan ucapan, “Saya bangga menjadi gubernur Anda semua,tetapi saya lebih bangga kalau Kota Jakarta lebih bagus lagi.” Fauzi pun berlalu dari pandangan masyarakat lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Hari terakhir masa bakti ini juga dimanfaatkan Foke mengundang seluruh wartawan yang bertugas meliput di Balai Kota untuk mengucapkan terima kasih kepada wartawan atas kerja samanya yang telah ikut memberikan peliputan membangun serta kritik terhadap kemajuan pembangunan Jakarta. “Peranan wartawan sangat menentukan diterima atau tidaknya pelayanan Pemprov DKI di mata masyarakat Jakarta,” sambungnya.

Foke juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengklarifikasi mengapa dirinya sering bersikap tegas kepada para wartawan.Menurutnya,sikap tegas yang terkesan marah tersebut agar wartawan lebih mengetahui persoalan Jakarta sebelum bertanya. “Saya memang apa adanya kalau ngomong. Anda wartawan memang harus mengerti masalah Jakarta yang benar, baru akan saya jawab yang benar. Terima kasih dan saya harap pengalaman (pelajaran) ini bisa diturunkan kepada wartawan baru lainnya dan diterapkan juga (pengetahuannya) kepada pemimpin yang baru nanti,”ujarnya.

Dia kemudian berpesan kepada para kuli tinta tersebut agar selalu menanamkan rasa cinta yang mendalam untuk Kota Jakarta setiap memberitakan soal Jakarta. “Mau nulis miring, mau nulis jelek, setelah Anda mengatakan kepada diri sendiri ‘saya cinta kota ini’, nggak apaapa. Mudah-mudahan warga Jakarta yang mengikuti berita Anda, itu juga semakin mencintai Kota Jakarta.Pada akhirnya kalau sudah cinta, pasti akan lebih mudah berpartisipasi terhadap kota ini,”tandasnya. ● ilham safutra/ant

1 comment

22 Oktober 2012 pukul 09.20

ane datang berkunjung ya gan...

Republic Of Note

Posting Komentar - Back to Content